Kamis, 12 Januari 2017

OM TELOLET OM (fenomina aneh bin ajaib)


Om Telolet Om (dikenal juga dengan #OmTeloletOm) adalah fenomena di mana para anak-anak maupun remaja meminta supir bus untuk membunyikan klakson bus yang sudah dimodifikasi menjadi sebuah irama. Fenomena ini masuk ke ranah internet dan media sosial yang kemudian menjadi terkenal saat anak-anak remaja mengganggu akun media sosial figur publik seperti Donald Trump, Marshmello, Firebeatz, Dillon Francis, Cash Cash, maupun figur publik lainnya dengan cara membagikan fenomena "Om Telolet Om" melalui kolom komentar secara langsung.

Fenomena ini kemudian ditanggapi dengan dibuatnya berbagai aransemen musik oleh para disjoki, lalu dipublikasikan melalui akun media sosial mereka dan dimainkan dalam konser massal. Salah satu konser musik yaitu Life in Color Miami mengumumkan bahwa "Om Telolet Om" adalah tema rahasia mereka.

Kata "telolet" merupakan onomatope atau tiruan bunyi dari bunyi klakson, dan kata ini juga merupakan suatu palindrom.

Jika Anda baru keluar dari pertapaan di gua terpencil nun jauh di sana, inilah cerita singkatnya. 

Ini juga Unik: Wanita Aneh Dan Unik Di Dunia

'Om telolet om' adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. "Telolet telolet," begitu bunyinya.

Ini mendadak jadi populer Selasa (20/12) malam setelah berbagai DJ terkenal mencuitkannya. Tapi sebelum itu, video-video lucu memperlihatkan orang-orang dewasa meminta 'telolet' ke supir bus sudah lebih dulu viral di Facebook. Tampaknya ada tren 'telolet challenge' dan 'demam telolet' yang sudah beberapa pekan menggerilya dari satu akun ke akun lain.

Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta supir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, "Om telolet ommmmmm!" beramai-ramai.

Om telolet om' mendadak jadi topik populer dunia di Twitter karena dicuitkan oleh DJ-DJ terkenal. Tapi dari mana klakson telolet bermula?

Jika Anda membuka media sosial saat ini, linimasa Anda mungkin akan dipenuhi dengan guyonan lucu 'om telolet om'. Sebagian mulai mengeluh 'Aduh apa sih!' tapi sebagian lagi ikut dalam keriangannya.

Tak ada yang bisa lepas dari jeratan 'om tolelot om', bahkan Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat tak lepas dari serbuan orang-orang yang memintanya membunyikan klakson bus.

Tapi bagaimana telolet ini bermula? Siapa yang bertanggung jawab atas kegaduhan ini?

Zaenal Arifin dari Bismania Community mengatakan bahwa bunyi klakson telolet sudah mulai terdengar satu dekade lalu. Klakson itu tidak spesifik dimiliki oleh jenis bus tertentu, melainkan hasil modifikasi yang dilakukan perusahan otobus (PO).

"Awalnya tiga corong, kemudian ada yang empat corong (lubang suara angin), bahkan ada yang enam lubang yang kemudian bunyinya dimodifikasi sesuai kreativitas," katanya. "Konsepnya seperti nada dering monophonic ponsel, lagu-lagunya ondel-ondel, lagunya 'Jablay' Titi Kamal."

Dia mengklaim bahwa kebiasaan meminta klakson itu dimulai dari kebiasaan para penggemar bus yang sering memotret bus. "Sebagai balasan, supir bis biasanya kasih dim atau kasih klakson."

Adalah perusahaan otobus Efisiensi yang pertama mempopulerkan klakson telolet tersebut, kata Zaenal.

Manajer Komersil PO Efisiensi Syukron Wahyudi menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu pemiliknya, Teuku Eri Rubiansah, pergi ke Arab Saudi dan mendengar bunyi klakson yang unik.

"Mendengar suara klakson di sana berbeda, dia memutuskan membeli untuk bisnya. Khususnya di bus reguler dari Cilacap Jogja, Purwokerto - Jogja, dan Purbalingga - Jogja."

Tapi awalnya klakson ini ternyata malah direspons negatif karena suaranya yang dinilai terlalu keras. Sampai-sampai, pihak PO meminta sopir-sopir mereka tidak membunyikan klakson itu di tempat-tempat tertentu karena masyarakat tidak terima dengan bunyi itu, cerita Syukron.

"Mulai disukai tiga empat tahun terakhir karena mulai banyak PO-PO yang juga menggunakan. Di beberapa daerah tertentu malah orang-orang minta klaksonnya dibunyikan. Kita merasa bangga juga, karena bisa dibilang kita yang pertama yang pakai klakson tiga corong."

Jadi, sudah merasa tertarik ikut 'tantangan telolet'? Sebelum Anda pergi ke ke pinggir jalan dan menanti bus idaman, ini bisa jadi pemanasan.

‘Om Telolet Om’ sempat menjadi viral. Aksi meminta sopir bus untuk membunyikan klakson ini juga menjadi trending topic di sejumlah media sosial.

Maraknya pemberitaan bunyi klakson telolet membuat para pemilik toko aksesori banjir pesanan. Salah satunya pemilik toko aksesori Alif Auto di lantai 5 Mega Glodok Kemayoran, Kemayoran, Jakarta.
"Padahal itu klakson model lama loh. Pas booming, banyak mobil (pribadi) yang pasang klakson itu,” ujar Suryanto pemilik Alif Auto.

Menurut Suryanto, saat hangat menjadi perbincangan, dirinya sempat menjajakan klakson tersebut antara Rp 750-900 ribu. Bahkan ada juga beberapa toko yang membanderol klakson hingga jutaan. Lantas bagaimana penjualannya saat ini?

"Sekarang sudah tidak jual. Siapa yang mau pasang gituan. Lagian kalau mau pasang mau di mana? Bunyiinnya malu juga,” ucap Suryanto.

Suryanto mengatakan, para konsumen yang memasang klakson di tempatnya tidak menggunakan tombol klakson bawaan pabrikan yang berada di lingkar kemudi.

Tetapi, dia membuat tombol baru. Tentu saja, hal ini dilakukan agar sewaktu-waktu konsumen yang bosan bisa melepasnya. Anda masih tertarik pasang klakson telolet? 

Bukan Cuma itu saja, ada juga bahaya yang dapat ditimbulkan oleh fenomena om telolet om ini, Kepala Kepolisian Resor Kampar Ajun Komisaris Besar Edy Sumardi Priadinata meminta masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi fenomena 'Om Telolet Om' yang saat ini menyebar di masyarakat. Kegiatan itu dianggap bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Edy menjelaskan, klakson mobil yang berbunyi "telolet" semakin ramai dan marak diberitakan serta banyak pula video yang diunggah ke media sosial terkait fenomena ini.Masyarakat tampak berdiri di pinggir jalan dan membawa tulisan bertuliskan 'Om Telolet Om' dan meminta kepada pengemudi bus untuk menghidupkan klaksonnya, bahkan ada di antaranya yang mencegat bus ketika sedang berjalan.

Menurut Edy, hal ini dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. "Untuk itu diimbau kepada seluruh masyarakat, terutama kepada pelajar maupun kalangan remaja, untuk tidak mengikuti hal ini," ujarnya, Jumat 23 Desember 2016.

Selain itu, Edy menambahkan, kegiatan ini dapat menganggu konsentrasi pengemudi bus atau truk yang dapat membahayakan banyak orang. Ditambah lagi saat aktivitas di jalan raya padat dapat mengganggu pengendara lain, bahkan dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Imbauan juga diberikan kepada para pengemudi truk atau bus untuk tidak memenuhi permintaan masyarakat 'Om Tolelot Om'. "Hal ini demi kenyamanan bagi pengguna jalan lainnya, terlebih lagi saat melintas di tempat ibadah. Akan memberikan kebisingan," imbau Kapolres Kampar itu.

Bahakn tidak berhenti sampai disitu saja, seperti kebiasan orang indonesia pada umumnya, om telolet om ini bahkan sudah dibuatkan subauah lagu khusus yang berjudul “Om Telolet Om”.

Entah apa lagi selanjutnya, bisa jadi dapat rekor muri atau bahkan rekor dunia, hehe.. Ada-ada saja, kita tunggu saja.

Senin, 09 Januari 2017

KATA-KATA MUTIARA ISLAMI 3 (Habis)





Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Orang ‘alim (berilmu) bukanlah orang mengetahui kebaikan dari keburukan. Akan tetapi, orang ‘alim adalah orang yang mengetahui kebenaran kemudian ia mengikutinya dan mengetahui keburukan kemudian ia menjauhinya.” (az-Zuhd, karya Imam Ahmad)



Salamah bin Dinar rahimahullah berkata, “Setiap perbuatan yang Anda tidak mau apabila kematian menjemput Anda saat Anda sedang melakukannya, maka tinggalkanlah! Apabila Anda berhasil melakukannya, maka tidak masalah kapan saja Anda akan meninggal dunia.” (Shifatus Shafwah, Karya Ibnul Jauzi)

Qatadah as-Sadusi rahimahullah berkata, “Wahai anak Adam, setan akan mendatangimu dari segala arah, hanya saja ia tidak mendatangimu dari atasmu, karena setan tidak mampu menghalangi antara Anda dan rahmat Allah.” (Ighatsatul Lahfan, karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah)

Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah berkata, “Hindarilah olehmu berdua-duaan (menyepi) dengan seorang wanita yang bukan mahram, walaupun jiwamu membisikkan kepadamu bahwasannya Anda melakukannya dalam rangka mengajarinya al-Qur’an.” (Sirah ‘Umar bin Abdul Aziz karya Ibnul Jauzi)

Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidaklah seorang hamba merahasiakan sesuatu, melainkan Allah akan menampakkannya melalui raut wajah dan kata-kata yang terucap dari lisannya.” (al-Adab asy-Syar’iyyah, karya Ibnu Muflih)

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Siapa saja yang datang kepadamu membawa kebenaran, maka terimalah kebenaran itu darinya meskipun dia adalah orang yang jauh darimu dan engkau membencinya. Sebaliknya, siapa saja yang datang kepadamu membawa kebatilan, maka tolaklah kebatilan itu darinya meskipun dia adalah orang yang dekat kepadamu dan engkau mencintainya.”

Abu ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Sesungguhnya hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah orang-orang yang mencintai Allah dan berusaha membimbing orang lain untuk mencintai Allah.”
(Shahih Kitab az-Zuhd, Waki’)

Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidaklah Allah menciptakan sesuatu melainkan pada mulanya kecil kemudian membesar, kecuali musibah; Karena sesungguhnya Allah menciptakannya besar pada awalnya kemudian mengecil.” (Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr)
Abu Hatim al-Basti rahimahullah pernah berkata, “Tidaklah aku melihat seseorang menyombongkan diri terhadap orang yang berada di bawahnya, melainkan Allah akan mengujinya dengan perasaan rendah diri dan hina dari orang yang berada di atasnya.” (Raudhatul ‘Uqala, karya Ibnu Hibban)

al-Mutsanna bin Haritstah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Mati karena kehausan lebih aku sukai daripada aku mengingkari janji yang pernah aku ucapkan.” (Bahjahtul Majalis)

Jundub al-Bajali radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Perumpamaan orang yang memberikan nasehat dan peringatan kepada orang lain akan tetapi ia melupakan dirinya sendiri adalah bagaikan sebuah lilin yang memberikan penerangan kepada sekelilingnya sedangkan dirinya sendiri terbakar api.” (Kitab az-Zuhd, karya Imam Ahmad)

Ja’far bin Muhammad rahimahullah pernah berkata, “Kemarahan merupakan kunci dari segala keburukan.”

Qatadah rahimahullah pernah berkata, “Sesungguhnya al-Qur’an telah menunjukkan kepada kalian penyakit yang kalian derita dan obat penawarnya. Adapun penyakit kalian adalah perbuatan dosa dan maksiat, sedangkan obat penawarnya adalah taubat dan istigfar.”

Baca Juga: Dosa Yang Berulang

Al-Hasan al-Bashri pernah berkata, “Janganlah Anda tertipu dengan banyaknya amal ibadah yang telah Anda lakukan, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui apakah Allah menerima amalan Anda atau tidak.

Jangan pula Anda merasa aman dari bahaya dosa-dosa yang Anda lakukan, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui apakah Allah mengampuni dosa-dosa Anda tersebut atau tidak.”

Jalankeselamatan diantaranya adalah dengan menjaga lisan dan hati dari  melakukan apa saja yang terlarang, seperti ghibah (menggunjing),  mencaci-maki, melaknat, berprasangka buruk, iri, dengki dan lainnya. Hendaklah kita sibukkan diri kita dengan mencari keburukan diri kita sendiri kemudian berusaha memperbaikinya.Terutamamari kita jaga lisan dan hati terhadap sesama muslim terutama terhadap 
 

Para sahabat Nabi dan para isteri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam.Semoga Ridha Allah selalu terlimpahkan kepada para sahabat Nabi dan para isteri Nabi, Radhiallahu 'Anhum.

 

Usiaku berkurang,ajalku semakin dekat,dosaku menggunung n ketaatanku sedikit. Duhai diriku, dgn apa kau akan mnghadap Rabbmu? Perjalananmu panjang n bekalmu sgt minim.. Duhai Tuhan Yang Maha Pengasih lg Maha Pengayang.. Duhai Yang Maha Pangampun,Maha Pemaaf dan Maha Menerima Taubat.. Ya Allah, ampunanMu lbh luas dr dosa2 hamba,n rahmat kasih sayangMu lbh hamba harapkan dr amal perbuatan hamba..

 

Ada sebagian yang selalu menggembar-gemborkan persatuan, tapi dia sendiri dan kelompoknya merestui caci-maki dan laknat yang ditujukan kepada para Sahabat dan Isteri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam, Wa Radhiallahu 'Anhum Ajma'in. Anehhh??????!!!!!

 

Tiga Tingkatan Manusia Dalam Ilmu.. Para Ulama mengatakan bahwa ilmu itu ada tiga jengkal. 
Barangsiapa yg ilmunya baru sejengkal, ia akan sombong, merasa paling benar dan paling pandai. Ketika memasuki jengkal kedua, ia akan tawadhu' (rendah hati). Setelah mencapai jengkal ketiga, ia akan menyadari bahwa ia tidak memiliki ilmu apapun karena ia tahu bahwa ilmu ibarat lautan yang tidak bertepi.

 

Surga Dunia Hanya Bisa Diraih Oleh Orang-Orang Yang Hidup Di Bawah Naungan Al-Qur'an Sehingga Merasakan Manisnya Iman Dan Khusyu' Dalam Shalat Serta Banyak Berdzikir Kepada Allah..


Imam Ath-Thabari adalah hindari kekayaan yang membuat diri menjadi sombong. Dan hindari kemiskinan yang membuat diri menjadi suka meminta.

Kosongkan hatimu dari yang lain kecuali rasa takut dan tangismu kepada Allah swt. Jika keduanya sudah bersarang di hatimu, maka takut dan tangis itu akan membentengimu dari melakukan maksiat dan menjauhkanmu dari api neraka.” Fudhail bin Iyadh


“Jika kamu merasa begitu berat untuk menunaikan qiyamul lail dan berpuasa di siang hari, maka ketahuilah, sesungguhnya dirimu telah terbelenggu oleh dosa dan maksiat yang kamu perbuat.” Fudhail bin Iyadh

Tidak perlu dikhawatirkan seseorang jika telah berkumpul tiga hal dalam dirinya. Ia bukan ahli bid’ah, tidak mengumpat dan mencela ulama salaf, dan terakhir, tidak bersekutu dengan penguasa. Fudhail bin Iyadh

”Manusia paling berdusta adalah mereka yang mengulangi perbuatan dosa yang pernah dilakukannya. Manusia paling bodoh adalah mereka yang menunjukkan amal kebaikannya. Manusia yang paling dekat dengan Allah adalah mereka yang paling takut kepada-Nya. Manusia tidak akan sempurna sehingga agamanya mampu mengalahkan nafsunya. Dan, manusia tidak akan binasa sehingga nafsunya mengalahkan agamanya.” Fudhail bin Iyadh

Umar bin Khaththab, bahwa ia berkata : “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Karena yang demikian itu akan lebih ringan bagi kalian besok bila sekarang kalian berhitung diri. Dan berhiaslah untuk sebuah pertunjukkan besar hari itu, karena semua akan dipertontonkan tidak ada satu pun yang tersembunyi”

 al-Hasan, yang berkata : “Tiada seorang mukmin (sejati),melainkan selalu menghisab dirinya. Adapun orang yang durhaka tidak akan mundur dari kejahatan dan tidak pula menghisab dirinya”.

Dalam riwayat yang shahih, suatu malam Ali ra mengelus-ngelus janggutnya, sambil menangis, “Wahai dunia, wahai yang hina, kujatuhkan talak tiga kepadamu tanpa rujuk lagi”, gumam Ali ra.

Imam Bukhari dalam shahihnya, bahwa Ali ra pernah berkata: “Dunia pergi menjauh, dan akhirat mendekat. Karena itu, jadilah kalian anak-anak akhirat, jangan menjadi budak-budak dunia”.

Kembali Ke:
Kata-Kata Mutiara Islami 1
Kata-Kata Mutiara Islami 2 

KATA-KATA MUTIARA ISLAMI 2



Abu Hatim Al-Bastiy rahimahullah mengatakan, “Tidaklah saya melihat seorangpun yang takabbur (sombong dan membanggakan diri) terhadap orang yang dibawahnya (status sosialnya) melainkan pasti Allah Ta’ala memberikan bala’ kepadanya dengan kehinaan terhadap orang yang diatasnya (status sosialnya)”. (Raudhatul ‘Uqalaa’, karya Ibnu Hibban: 62)


Abu Darda radhiyallahu 'anhu berkata:"Tidaklah orang yang berkata kebenaran dan mengamalkannya lebih baik daripada orang yang mendengarkan kebenaran lalu menerimanya." (al-Adab asy-Syar'iyyah Ibnu Muflih)

Sufyan bin ‘uyainah rahimahullah berkata, “Demi Allah, Bukanlah seorang yang ‘alim (ulama) itu adalah orang yang mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, akan tetapi orang yang ‘alim itu adalah: ‘Orang yang mengetahui kebaikan kemudian ia mengikutinya (mengamalkan kebaikan tersebut), dan mengetahui keburukan lalu ia meninggalkan keburukan tersebut karena Allah Ta’ala’.” (Az-Zuhd, karya Imam Ahmad, hal: 246)

Al-Hasan bin ‘Ali radhiyallahu'anhuma ditanya tentang bakhil/pelit, maka beliau menjawab:”Yaitu seseorang menganggap bahwa apa yang dia infakkan adalah sirna (tidak mendapat pahala) dan apa yang dia tahan (tidak diinfakkan) adalah kemuliaan.”(Al-Adab asy-Syar’iyah Ibnu Muflih)

Mu’awiyah radhiyallahu 'anhu berkata: ”Setiap orang aku bisa membuatnya ridho/rela kepadaku kecuali orang hasad, karena sesunnguhnya tidak ada yang bisa membuat dia ridho kecuali hilangnya nikmat ynag ada padaku.”

Dikatakan kepada Sa’id bi Jubair rahimahullah: ”Siapa hamba Allah yang paling baik?” Beliau menjawab:”Seorang laki-laki yang melakukan dosa dan setiap kali mengingat dosanya dia menganggap kecil amalan ibadahnya”

Umar bin Abdul ‘Aziz Rahimahullah berkata: “Jauhilah olehmu berkhalwat (bersepi-sepi) dengan seorang wanita yang tidak ada mahramnya, walaupun hatimu berkata kepadamu agar engkau mengajarinya al-Qur’an”. (Siratu Umar, karya Ibnul Jauzi rahimahullah: 159)

Seringkali Sufyan Ats-TsaurI rahimahullah mencela dan memaki dirinya dengan mengatakan:”Engkau berbicara dengan ucapan orang shalih yang taat lagi rajin beribadah, dan engkau melakukan perbuatannya orang-orang fasik yang munafik serta riya. Demi Allah ini bukanlah termasuk sifat-sifat orang yang mukhlish (ikhlash)”

Imam Qatadah berkata: Allah Ta 'ala menciptakan bintang-bintang untuk 3 tujuan; sebagai perhiasan langit, pelempar syaithan, dan sebagai petunjuk, maka barang siapa yang mena’wilkannya selain 3 hal diatas maka ia telah salah, menghilangkan kebahagiaannya dan membebani diri dengan ilmu yang tidak diketahuinya.”
(Shahih al-Bukhari)

Imam Syafi’i rahimahullah berkata: “Jika kalian mendapatkan sunnah milik Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam, maka ikutilah dan jangan menoleh kepada pendapat siapapun”

Imam al-Auza’i rahimahullah berkata: “Lima perkara yang ada pada para Shahabat Rasulullah dan para Tabi’in (pengikut) mereka dengan baik: menetapi jama’ah, mengikuti sunnah, memakmurkan masjid, membaca Alqur'an dan jihad di jalan Allah”

Imam al-Auza’i rahimahullah berkata: “Lima perkara yang ada pada para Shahabat Rasulullah dan para Tabi’in (pengikut) mereka dengan baik: menetapi jama’ah, mengikuti sunnah, memakmurkan masjid, membaca Alqur'an dan jihad di jalan Allah”

Hatim al-Ashamm rahimahullah berkata: “Pangkal ketaatan adalah tiga perkara: sedih, ridho dan cinta. Sedangkan pangkal maksiat adalah tiga perkara: sombong, tamak dan hasad”

Fudhail ibn Iyadh rahimahullah berkata: “Seburuk-buruk bekal menuju akhirat adalah aniaya (permusuhan) terhadap para hamba Allah”

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Sadarlah wahai orang-orang yang lalai, karena kafilah telah bergerak. Dan di pagi hari, terpujilah orang-orang yang telah bersiap-siap”

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Sesungguhnya hati itu mati dan hidup. Jika hati mati,maka paksalah dia untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban. Jika hati telah kau hidupkan, maka berilah pelajaran dengan amalan-amalan sunnah”.

Ahli hikmah mengatakan: “Barangsiapa beriman kepada akhirat, maka dia tidak akan tamak terhadap dunia”

Abu Sulaiman ad – Daroni rahimahullah berkata: “Apabila akhirat ada dalam hati, maka akan datanglah dunia menemaninya. Tapi apabila dunia ada di hati maka akhirat tidaklah menemaninya. Itu karena akhirat mulia dan dermawan, sedangkan dunia adalah hina”

Bilal Ibn Sa’ad rahimahullah berkata: “Janganlah kau lihat kecilnya kesalahan, tapi lihatlah kepada siapa kau berbuat salah”

Abdullah Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma berkata: “Ambillah hikmah dari orang yang kamu dengar darinya. Karena seseorang terkadang bicara hikmah padahal dia bukan ahli hikmah. Hikmah itu bagaikan panah yang meluncur bukan dari ahli panah”.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata: “ Apabila seseorang itu berfikir dan wara’, maka dia akan disibukkan dengan aibnya sendiri daripada mengurusi aib orang lain. Bagaikan orang sakit, dia sibuk dengan sakitnya dan tidak mengurusi sakit orang lain”

Abdullah Ibn Mas’ud radiyallahu 'anhu berkata: “Setiap kalian hanyalah tamu dan hartanya adalah titipan. Maka tamu itu akan berpamit dan harta itu akan dikembalikan kepada pemiliknya”.

Umar Ibn Khattab radiyallahu 'anhu berkata: “Seseorang tidak akan menjadi orang ‘alim, sampai dia tidak hasad terhadap yang lebih tinggi, tidak meremehkan yang lebih rendah dan tidak mengambil upah dari amalannya”

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesuatu yang sedikit tapi mencukupi lebih baik daripada yang banyak tapi melalaikan”

Imam Syafi’i berkata: “Barangsiapa menghargai orang-orang, maka orang-orangpun akan menghargainya, dan barangsiapa meremehkan orang, maka dia tidak akan dihargai”

Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Manusia lebih butuh kepada ilmu daripada kepada makanan dan minuman. Seseorang butuh kepada makanan dan minuman dalam sehari sekali atau dua kali, sedangkan kebutuhannya terhadap ilmu sebanyak hirupan nafasnya”

Ibnul Katib rahimahullah berkata: “Apabila khauf ( takut ) tinggal di hati, maka lidah tidak akan mengucap kecuali untuk yang berguna”

Abdullah Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma berkata: “Ambillah hikmah dari orang yang kamu dengar darinya. Karena seseorang terkadang bicara hikmah padahal dia bukan ahli hikmah. Hikmah itu bagaikan panah yang meluncur bukan dari ahli panah”.

Abdullah ibn ‘Amr ibn ‘Ash radiyallahu 'anhu berkata: “Sungguh, saya meneteskan setetes air mata karena takut kepada Allah, lebih saya cintai daripada bersedekah 1000 dinar”

Abu Sulaiman ad – Daroni berkata: “Apabila akhirat ada dalam hati, maka akan datanglah dunia menemaninya. Tapi apabila dunia ada di hati maka akhirat tidaklah akan menemanipnya. Itu karena akhirat mulia dan dermawan, sedangkan dunia adalah hina”

Maimun ibn Mihran rahimahullah berkata: “Tidaklah seseorang termasuk bertaqwa sehingga dia mengoreksi dirinya lebih daripada dia mengoreksi teman dekatnya, sehingga diapun tahu dari mana makanannya, dari mana pakaiannya, dari mana minumnya, apakah dari yang halal ataukah haram”

Bilal Ibn Sa’ad rahimahullah berkata: “Banyak orang gembira yang tertipu. Dia makan, minum dan tertawa, padahal telah jelas di dalam kitab Allah bahwa dia adalah bahan bakar neraka”.

Abu Sulaiman ad-Darooni rahimahullah berkata: ”Sesungguhnya jiwa itu apabila lapar dan haus, maka jernihlah hatinya dan lagi lembut. Dan jiwa itu apabila kenyang dan segar dari minum, maka matilah hatinya”.

Luqman al-Hakim berkata: “Diam itu hikmah tapi sedikit pelakunya”

Imam Syafi’i rahimahullah berkata:” Menggapai ridho manusia adalah tujuan yang tak mungkin dicapai”

Shahabat Umar ibn Khattab radiyallahu 'anhu berkata: “Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya. Barangsiapa yang banyak salahnya, maka sedikitlah rasa malunya. Barangsiapa yang sedikit malunya, maka sedikit pula sikap wara’nya. Dan barangsiapa sedikit sikap wara’nya, maka matilah hatinya”.

Ali Ibnu Abi Thalib radiyallahu 'anhu berkata: “ Ketahuilah, bahwa sesungguhnya dunia telah pergi menjauh dan ketahuilah juga bahwa Akhirat telah datang mendekat. Keduanya punya anak. Jadilah kamu anak – anak akhirat dan janganlah jadi anak – anak dunia. Karena sesungguhnya hari ini amal tanpa hisab, dan esok hisab tanpa amal”

Ali Ibnu Abi Thalib radiyallahu 'anhu berkata: “Sesungguhnya yang paling aku takutkan adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan – angan. Mengikuti hawa nafsu membuat lari dari kebenaran, adapun panjang angan – angan membuat lupa Akhirat”

Imam al-Auza’i rahimahullah berkata:” Barangsiapa banyak mengingat mati, dia akan merasa cukup dengan yang sedikit. Barangsiapa tahu bahwa perkataannya adalah termasuk dari perbuatannya, maka dia akan sedikit bicaranya”.

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah, seorang ‘alim lagi ‘abid dari kalangan tabi’in, beliau berkata: “ Wahai anak Adam, juallah duniamu untuk akhiratmu, niscaya kamu untung di keduanya, dan janganlah kamu jual akhiratmu untuk duniamu, karena kamu akan rugi di keduanya. Singgah di dunia ini sebentar, sedangkan tinggal di akhirat sana sangatlah panjang”

Ibnul Qayyim berkata, “Orang-orang yang berakal sehat dari setiap umat telah bersepakat bahwa kenikmatan akhirat tidak akan dapat diraih dengan kenikmatan dunia, dan bahwa barangsiapa yang menginginkan untuk beristirahat di akhirat maka ia akan bekerja keras dunia karena seseorang akan mendapatkan kenikmatan akhirat sesuai dengan tenaga yang ia kerahkan di dunia untuk meraihnya.”

Ar-Rabi’ bin Anas rahimahullah berkata, “Diantara tanda kecintaan seorang hamba kepada Allah adalah banyak berdzikir (mengingat dan menyebut) nama-Nya, karena tidaklah Anda mencintai sesuatu melainkan Anda akan banyak mengingat dan menyebut-nyebut namanya.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, karya Ibnu Rajab)

Lanjutkan Ke: Kata-Kata Mutiara Islami 3
Kembali Ke: Kata-Kata Mutiara Islami 1