Senin, 07 November 2016

MENGHENTIKAN KEBIASAAN ONANI


Onani adalah hal yang sangat berat, namun juga tidak mustahil. Onani atau coli adalah mengeluarkan sperma atau air mani dengan cara dipaksa. Berupa proses pencapaian orgasme atau kepuasan seksual secara individu. Lebih identik dengan kaum pria. Untuk perempuan, aktivitas yang sama lebih dikenal dengan istilah masturbasi. Banyak cara yang dilakukan para pelaku onani dengan tujuan yang sama, yakni mendapatkan kepuasan seksual tanpa harus berhubungan intim dengan pasangannya. Sering dilakukan pada usia remaja, karena hormon seksual sedang mengalami pertumbuhan dan didukung oleh masih kuatnya fisik.

Berhenti dari kecanduan onani memiliki dampak positif terhadap seseorang. Karena dalam aktivitas tersebut, pelaku cenderung akan berimajinasi kepada lawan jenis yang memiliki kesempurnaan baik fisik maupun perilaku. Akibatnya ketika fantasi tersebut tidak berhasil di dapat dalam kehidupan nyata, akan mengurangi gairah pelaku dalam aktivitas seksualnya. Merupakan pertanda tidak seimbangnya aktivitas fisik dan mental. Pelaku onani seringkali sudah lelah secara fisik, namun pikirannya dipenuhi oleh nafsu seks yang menggebu-gebu. Mengimbangi aktivitas fisik dengan kegiatan mental seperti membaca, dapat menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani.

Onani atau coli, sangat erat hubungannya dengan film porno atau bokep. Kehadiran film porno atau bokep memang menjadi sebuah fenomena sosial di masyarakat. Kebutuhan manusia terhadap seks memang sudah merupakan naluri. Tidak bisa ditawar atau digantikan oleh apapun. Pemenuhan kebutuhan manusia terhadap hal yang satu itupun akhirnya menjadi sebuah kebiasaan yang berlebihan. Padahal bahaya masturbasi dan coli selalu mengintai pelakunya.


Film porno ibarat candu yang bisa membuat siapapun ketagihan untuk menyaksikannya kembali. Jika hal itu dilakukan terus menerus tanpa mengenal batasan waktu, maka bisa memberikan dampak yang tidak baik. Seperti aktivitas onani atau coli, masturbasi, pemerkosaan, pencabulan, selingkuh dan banyak lagi. Ketagihan itu akibat dari rasa nikmat yang dirasakan oleh para penontonnya setelah mempraktikkan adegan atau bermasturbasi setelah menonton sambil membayangkan adegan yang ada dalam film tersebut. Berikut adalah cara berhenti onani atau coli dengan mudah dan cepat

1.    Niat atau Kemauan Berhenti Onani
Harus punya niat dan keinginan berhenti melakukan coli. Berilah sugesti pada diri sendiri yang bisa meyakinkan bahwa kecanduan melakukan coli atau onani tidak baik untuk kondisi jasmani dan rohani, terutama untuk masa mendatang. Selain itu, penuhi tekad untuk terus berusaha menghentikan kebiasaan ini yang salah satu caranya bisa dilakukan dengan mendapat dukungan dan motivasi dari orang-orang terdekat.

2. Cara Berhenti Onani dengan Membuang Gambar, Cerita, Film Porno atau Bokep
Buanglah segala koleksi bokep, cerita seks, foto bugil atau yang paling mudah adalah tutup akses internet Anda terhadap situs berbau porno. Atasilah dengan cara berhenti kecanduan bokep. Jika perlu, mintalah keluarga atau teman untuk me-reset password laptop/komputer/gadget sehingga bisa terproteksi dari hal-hal berbau porno.

3. Cara Berhenti Onani dengan Olahraga
Olah raga teratur membuat energi terlepas dan membuat badan lelah di malam hari. Badan yang lelah akan membuat anda cepat tertidur dan tidak berpikir yang aneh-aneh di kamar. Olah raga juga membuat pikiran jadi segar dan membuat sistem syaraf menjadi positif. Hal-hal negatif seperti pikiran porno tidak akan hinggap di kepala yang segar.

4. Cara Berhenti Onani dengan Menghindari Sering Menyendiri
Kesepian bisa jadi dorongan untuk melakukan masturbasi. Oleh karena, isilah waktu luang dengan melakukan berbagai kegiatan sosial atau sekadar berinteraksi dengan rekan dan keluarga. Sendirian di kamar dan melamun adalah situasi-situasi yang rawan bagi anda yang punya kebiasaan melakukan onani. Carilah kegiatan lain yang bersifat positif daripada menyendiri di kamar.

5. Cara Berhenti Onani dengan Mempelajari Sebabnya
Waspadai waktu, tempat dan situasi yang membuat anda terangsang ingin onani. Saat mau tidur atau bangun tidur adalah saat-saat dimana godaan beronani sangat besar. Saat mau tidur, pikiran biasanya akan melayang kemana-mana termasuk ke hal-hal porno yang menyebabkan keinginan beronani tiba-tiba muncul. Bahkan bagi beberapa orang, melakukan onani sebelum tidur sudah jadi kebiasaan harian. Mereka tidak bisa tidur sebelum onani. Tempat tidur dan kamar mandi adalah dua tempat paling sering digunakan onani. Hati-hatilah dengan kedua tempat tersebut. Selalu ingat dengat tekat anda berhenti onani.

6. Cara Berhenti Onani dengan Shalat 5 Waktu
Melakukan kewajiban shalat 5 waktu, bisa mencegah seseorang berbuat maksiat. Perbanyaklah melakukan ibadah dan berbuat kebajikan. Perbanyaklah menimba ilmu keagamaan untuk membersihkan hati dan pikiran dari hal-hal negatif yang akan merusak moral dan akhlak.

7. Cara Berhenti Onani dengan Berpikir Positif
Selalu berpikir positif. Yakinlah, pikiran untuk beronani itu hanya sekilas saja, muncul karena syaraf yang sudah terbiasa dengan kegiatan beronani. Berusalah untuk menghindari sendirian di daerah-daerah rawan seperti kamar mandi dan kamar tidur. Jika ada pikiran untuk melakukan onani, segera lakukan sesuatu untuk mengalihkan pikiran. Lakukan segala sesuatu positif yang bisa membuat suasana hati senang atau lakukan hal-hal baru yang bisa merangsang kreativitas.

8. Cara Berhenti Onani dengan Puasa
Berpuasa artinya menahan diri. Termasuk menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal buruk seperti onani. Sebab, onani akan membatalkan puasa. Dengan berpuasa, berarti kita telah melatih diri untuk menghilangkan kebiasaan onani secara tidak langsung.

9. Cara Berhenti Onani dengan Menikah
Menikah merupakan perintah Allah Taala, “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kaurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (An-Nur: 32).

Dengan menikah, seseorang bisa menyalurkan nafsu liarnya kepada pasangan masing-masing. Selain HALAL untuk dinikmati, juga unlimited dan tak ada yang melarang. Nikmat mana, sabun apa vagina istri yang sah? Pilih dildo/sex toys apa penis suami yang sah?

Untuk melengkapi cara berhenti onani atau coli dengan mudah dan cepat, “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barang siapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Mu’minun: 5-7).

Onani tidak akan pernah bisa memberikan kenikmatan sejati layaknya hubungan intim suami istri. Rangsangan yang diberikan saat onani hanya tipuan semata, manfaat hubungan seks yang sebenarnya tidak tercapai. Kenikmatan saat ejakulasi tetap dapat membuat seorang pria kecanduan beronani. Namun, setelah melakukan onani sering timbul rasa bersalah, bukan perasaan bahagia.

Semoga kita semua dijauhkan dari perbuatan onani ini dan bagi orang yang mnasih sering melakukannya. Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayahnya agar dapat sanggup berhenti dari kegiatan onani ini. Amin.

Minggu, 06 November 2016

SULITNYA JADI GURU HONORER


Ketika semua berfikir bahwa jadi guru itu menyenangkan, membanggakan dan terjamin. Mungkin saja iya, tapi untuk kata yang terakhir. Saya kurang setuju, karena terjamin itu hanya untuk PNS. Bagi kita guru honorer, harus banyak bersabar lagi. Ditambah lagi kita sebagai guru honorer dipersulit untuk mengatur siswa. Karena kebanyakan disekolah-sekolah swasta masih membutuhkan siswa. Jadi untuk memberi tindakan seperti pada sekolah negeri, kita sebagai guru honorer disekolah swasta, masih berfikir beberapa kali.

Belum lagi mengenai SDM dari para siswa yang masuk di sekolah swasta, rata-rata hampir dibawah SDM siswa yang masuk di sekolah negeri. Meskipun ada beberapa anak yang memiliki SDM cukup baik. Tapi oleh karenanya, kita sebagai guru honorer disekolah swasta merasa tertantang untuk mendidik siswa yang SDM nya tidak terlalu bagus, agar menjadi anak dengan SDM yang baik.

Kembali pada kata "terjamin" tadi, keterjaminan kita sebagai guru honorer disekolah swasta, jauh dibandingkan dengan guru honorer disekolah negeri, apalagi jika dibandingkan dengan guru PNS. Mungkin kata terjamin masih terlalu berlebihan jika digunakan untuk guru honorer, kususnya disekolah swasta. Bahakan, kata tercukupi pun masih kurang tepat.

Jika berbicara beban mengajarpun, kita sebagai guru honorer bisa dikatakan hampir sama dengan guru PNS, cuma beda di nasib saja. Jadi kita sebagai guru honorer disekolah swasta hanya bisa berharap agar tercukupi dari pemasukan non guru. Bahkan kita juga jangan terlalu berharap pada pemerintah, yang katanya akan serius dalam mensejahtrakan para guru honorer.

Baca juga:PAHLAWAN TANPA JASA YANG TERPINGGIRKAN (GURU HONORER SWASTA)

Adakalanya memang orang menilai bahwa percuma saja menjadi guru karena tidak dapat menopang kehidupannya yang saat ini kebutuhan dapat dikatakan mahal. Misalnya, dengan gaji Rp 300.000 hanya dapat digunakan selama 30 hari jika dihitung perhari dia hanya dibayar Rp 10.000. Sedangkan kebutuhan dalam sehari saja uang tersebut hanya dapat dipakai untuk membeli beras 1 kg. Lalu, bagaimana dia membeli sayuran, buah-buahan, daging, atau susu? Jawabannya pastilah it’s impossible.

Namun kenapa ia mau melakukannya? Ternyata jawabannya adalah karena menjadi guru menjadi sebuah pilihan. Entah pilihan apa? Apa karena sudah sekian lama mendaftar ternyata namanya sama sekali tidak masuk seleksi CPNS? Atau panggilan jiwa? Setelah beberapa kali kutanya ternyata jawabannya adalah karena sulitnya mencari pekerjaan meskipun lulusan perguruan tinggi. Sekaligus ingin menyampaikan ilmu pengetahuan yang tentu saja ini adalah alasan yang benar-benar panggilan jiwa.

Ilustrasi di atas menggambarkan betapa banyak orang yang memutuskan untuk menjadi guru honorer dengan alasan karena sulitnya mencari pekerjaan dan kecilnya kesempatan memperoleh penghasilan yang layak meskipun ia merupakan sarjana lulusan perguruan tinggi negeri. Akan tetapi apakah hanya berlandaskan tujuan inikah seseorang mau berkorban waktu dan tenaga demi sebuah impian “PNS” yang kata orang pekerjaan yang menjanjikan? Meskipun pemerintah mengultimatum bahwa tidak seluruh honorer akan diangkat menjadi pegawai negeri.

Sebagai seorang guru, mendidik semestinya adalah panggilan jiwa, semangat mengabdi dan keingin untuk mengamalkan ilmu bukan semata-mata hanya mengharapkan gaji besar tanpa diimbangi sikap nrimo ing pandum dengan gaji yang tak cukup dipakai untuk sebulan. Sungguh tragis memang, dengan berbekal ijazah sarjana ternyata tidak menjamin seseorang dapat menikmati hidup yang layak. Dan inipun tidak hanya berlaku bagi sarjana pendidikan saja akan tetapi semua sarjana dengan jurusan yang berbeda.

Sungguh ironi memang, saat orang-orang bisa menikmati penghasilan dengan layak, dengan mobil mewah dan penghidupan yang serba glamor ternyata masih ada saja masyarakat yang tidak memperoleh penghidupan yang jauh dari kata layak. Apalagi pemerintah mengultimatum bahwa tidak semua tenaga honorer dapat diangkat menjadi pegawai negeri. Lalu bagaimana dengan nasip guru honorer yang selama ini sudah ikhlas mengabdi dan membantu pemerintah mencetak generasi-generasi yang mandiri?
 
Maka tidaklah berlebihan jika "pahlawan tanpa tanda jasa" kita berikan kepada para guru honorer yang telah dengan ikhlas mendidik para generasi penerus bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik.

SELAMAT BERJUANG PARA PAHLAWAN TANPA TANDA JASA (Guru Honorer).

Sabtu, 05 November 2016

Keindahan Rawa Indah Alassumur (ALMOR) - Bondowoso

Bondowoso? Siapa yang tau tentang Bondowoso? mungkin dari kita tidak banyak yang mengetahui tentang bondowoso. Kota yang katanya adalah kota para pensiunan atau lebih terkenal dengan sebutan kota TAPE. Kota kecil yang berada di tengah-tengah kota jember, banyuwangi dan situbondo ini, memang tidak begitu terkenal, apalagi di dunia pariwisata. Tak banyak pariwisata yang dimiliki oleh kota ini, ditambah Bondowoso memang tidak memiliki pantai. Walau begitu bondowoso terkenal dengan pariwisata air, seperti bosamba dan juga pariwisata pegunungan, yaitu Kawah Ijen dan juga ada beberapa air terjun.

Tapi tahukah kalian? bahwa di salah satu desa terpencil di kota bondowoso ini terdapat pariwisata baru yang dikenal dengan sebutan Rawa indah (ALMOR). Tepatnya disebuah desa di Alassumur kecamatan Pujer. Destinasi wisata ini menawarkan pemandangan Rawa yang cukup indah, ditambah dengan perbukitan yang ada disekitar rawa, menambah keindahan Rawa indah ini.

Tempatnya juga lumayan bagus dan menyenangkan, selain kita dapat menikmati rawa yang tenang dan indah. Kita juga dapat bermain perahu/sampan dan juga bermain flyng fox dengan hanya membayar Rp 5000 saja, cukup murah bukan? Akses menuju rawa ini lumayan enak lah, tidak terlalu susah, sekitar kurang lebih 1 jam dari pusat kota bondowoso.

Dengan biaya yang terbilang murah, maka tidak heran jika dalam beberapa waktu terakhir, banyak wisatawan yang mulai mengunjungi Rawa indah ini, terutama di hari-hari libur. Bagi kalian yang ingin menikamati liburan murah tapi menyenangkan, maka tidak ada salahnya untuk mengunjungi rawa indah ini.

Baca juga: KOTA BONDOWOSO (Kota Pensiunan Katanya)

Berikut beberapa foto dari Rawa indah ini: (masih terus melakukan perbaikan)
















Selasa, 18 Oktober 2016

MEMANTAPKAN PILIHAN

Sebagai seorang manusia, makhluk yang diciptakan Allah dengan akal dan pikiran, tentu sudah menjadi sebuah hal yang wajar jika saat kita dihadapkan pada pilihan di kehidupan ini, ada rasa ragu atau sedikit bingung. Hal tersebut wajar, karena sebagai manusia, hamba yang tak ada apa-apanya di hadapan Allah Yang Maha Kuasa, kita tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah pilihan yang akan kita ambil ini benar atau salah. Karena masa depan, memang hanyalah Allah yang tahu.

Namun, bukan berarti saat kita ragu dan bingung kita harus menyerah dan diam begitu saja. Atau juga jangan sampai kita asal memilih langkah tanpa ada pertimbangan matang. Karena semua penyesalan letaknya adalah di belakang, jika di awal itu namanya pendaftaran. Untuk itu, saat kita sedang dalam keadaan bingung atau ragu dalam mengambil sebuah keputusan, terutama pilihan besar dalam kehidupan kita di masa depan, lakukanlah beberapa hal berikut ini:

Baca juga artikel terkait: Memilih Pasangan Dalam Islam

1. Shalat Istikharah

Yang pertama jelas adalah menanyakan kepada Allah SWT, Pencipta kita. Dialah yang harus menjadi tempat tujuan pertama dalam setiap apa yang akan kita lakukan. Niatkan dengan tulus bahwa pilihan yang akan kita ambil adalah demi kebaikan di atas jalanNya. Dan menanyakan kepada Allah, adalah dengan cara berdo’a kepadaNya. Memohon petunjuk dan kemantapan hati lewat shalat istikharah.

Shalat istikharah ini berjumlah dua rakaat, di luar shalat wajib dan waktunya tak terbatas siang atau malam. Namun biasanya lebih banyak orang melakukannya di malam hari, terutama di waktu sepertiga malam sebelum atau sesudah shalat tahajud, karena waktu tersebut adalah waktu yang mustajab untuk berdo’a. Yaitu waktu di mana Allah akan memberikan banyak kesempatan untuk mengabulkan permintaan kita.

Shalat istikharah biasanya dilakukan untuk meminta petunjuk dan kemantapan hati dari Allah, atas pilihan yang akan kita ambil dalam kehidupan kita. Biasanya shalat istikharah dilakukan seseorang saat akan melangsungkan pernikahan demi memantapkan pilihannya, atau saat memilih pekerjaan yang akan diambil. Allah akan memberikan petunjukNya kepada kita dengan kemantapan hati kita pada satu pilihan terbaik, dan akan memudahkan jalannya.

2. Meminta Doa dan Pertimbangan Orang Tua

Bagaimanapun juga, Ayah dan Ibu adalah dua orang yang harus kita nomor satukan sebelum siapapun. Terutama dalam meminta restu. Karena restu dan ridho orangtua adalah ridho Allah. Tentunya, jika memang ridho orangtua tersebut adalah demi kebaikan sang anak di jalan Allah.           

Maka ketika kita merasa bingung dan ragu akan memilih pilihan yang mana dalam kehidupan kita untuk masa depan yang terbaik, setelah bertanya pada Allah lewat shalat istikharah, jangan lupa kita temui orangtua untuk meminta restu dan pertimbangan dari mereka. Kalau perlu minta kedua orangtua kita untuk juga ikut shalat istikharah dan bertanya kepada Allah. Maka ketika Allah telah ridho dan kedua orangtua juga ridho, maka jalan menuju pilihan yang diambil akan semakin mudah. In shaa Allah. 

3. Meminta Nasehat dari Ulama' atau Orang yang Paham 

Selain orangtua, kita memang perlu mendatangi orang ketiga. Maksudnya adalah orang yang paham, atau bisa juga seorang ulama yang memiliki ilmu agama serta akhlaq yang baik. Dengan meminta pertimbangan atau nasehat dari mereka, maka kita bisa mempertimbangkan langkah, dengan mengambil pengalaman yang baik sebagai contoh dan membuang pengalaman yang buruk.

Kita bisa juga mendatangi teman atau sahabat atau senior yang sudah pernah mengalami permasalahan pilihan seperti yang sedang kita alami, atau ustadz/ah yang kita percaya mampu kita ambil ilmunya. Sekaligus selain meminta pertimbangan dan nasehat, kita juga meminta do’a dari mereka.

4. Menanyakan Pada Hati 
Yang terakhir adalah setelah semua ikhtiar atau usaha mencari kemantapan dilakukan, kita tinggal bertanya pada hati kita. Jika memang shalat istikharah kita dilakukan dengan niat yang tulus, orangtua ridho, dan do’a-do’a dari sahabat atau ulama yang kita temui juga sampai pada Allah, maka hati kita akan merasakan kemantapan.

Dan tentunya setelah kemantapan kita dapat, maka tak usah berlama-lama lagi dalam kita melangkah. Segera ambil kesempatan yang ada di depan kita, dan bersegeralah dalam meraih kebaikan. Karena Allah menyukai hambaNya yang bersegera menyongsong kebaikan daripada menunda-nundanya.

5. Membuat Kontrak Diri

Baik, sekarang saatnya menentukan pilihan. Satu tips dari saya yang mungkin berguna adalah kita bisa memulai dengan membuat kontrak diri. Apa itu kontrak diri? Kita buat perjanjian dengan diri kita sendiri bahwa apapun pilihan yang kita pilih tidak akan pernah membuat kita menyesal di kemudian hari. Menyesal hanyalah akan mengurangi produktivitas hidup. Saya mendapat nasihat ini dari seorang kakak senior yang sekarang sudah sukses. “Hidup itu adalah pilihan, dan pastikan ketika kita sudah memilih tidak terucap satu kata menyesal pun dari mulut dan hati kita.”

6. Ketika Sudah Memilih, Perjuangkan Sampai Selesai

Saya belajar banyak sewaktu kuliah di UI, terutama dari berbagai organisasi yang saya ikuti. Saya pernah satu kali ‘salah masuk’ ke sebuah organisasi yang sama sekali di luar bayangan saya dan tidak saya sukai cara kerjanya. Padahal, saya sudah memilih untuk bergabung di sana. Akhirnya kerja pun menjadi tidak optimal dan saya mengundurkan diri.

“Mengundurkan diri dari sebuah pilihan adalah sebuah contoh yang buruk.”

Hal ini saya dapatkan ketika bergaul dengan orang-orang dan pengusaha yang luar biasa, bahwa hidup mereka juga seringkali diliputi dengan pilihan yang berat, tetapi mereka memiliki prinsip, “apa yang sudah kita pilih, maka perjuangkanlah sampai selesai.”

Berikut beberapa doa meminta kemanatapan hati:

Doa ini terdapat dalam surah al Imran ayat 8 dan 9, myang mana pada ayat ini Allah mengajarkan kepada kita untuk berdoa agar tidak tersesat.

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Ya tuhan kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah engkau beri petunjuk kepada kami dan kurniakanlah kepada kami rahmat dari sisi engkau kerana sesungguhnya engkaulah maha pemberi kurnia. (al-Imran ayat 8 )

رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لا رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Ya tuhan kami, sesungguhnya engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada kerugian padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (al-Imran ayat 9)


اَللَّهُمَّ مُـصَـــرِّفَ الْـقُلُـــــــــــوْبِ، صَرِّفْ قُلُوْبَنَــا عَلَى طَاعَتِكَ
Allahumma musharrifal qulub, sharrif qulubana ala tha’atika.
“Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu.” (H.R. Muslim)

يَـــامُـقَلِّبَ الْـقُلُـــــــــــوْبِ، ثَـبِّتْ قَـلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ
Ya muqallibal qulubi tsabbit qalbi ala dinika.
“Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.” (H.R. At-Tirmidzi, Ahmad, dan al-Hakim)

Semoga dengan semua yang telah dijelaskan diatas, kita yang lagi Mengharap Jodoh Yang Terbaik nebdapatkan apa yang kita inginkan. Amin ya Rabbal Alamin.